infosatu.co
Samarinda

53 Lembaga Lintas Agama Tokoh Akademisi Serukan Aksi Damai Jaga Kondusifitas Kaltim

Teks: Konferensi pers lintas tokoh, suku, agama dan akademisi menyikapi situasi di Samarinda.

Samarinda, infosatu.co – Sebanyak 53 lembaga lintas agama, tokoh masyarakat lintas etnis, dan akademisi di Samarinda berkumpul dalam konferensi pers di Bagios Kafe, Jalan Basuki Rahmat, Minggu, 31 Agustus 2025.

Pertemuan ini digelar untuk merespons dinamika nasional pascagejolak aksi massa di berbagai daerah sejak 28 Agustus lalu, termasuk rencana unjuk rasa besar di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Senin 1 September 2025.

Mereka juga membacakan seruan bersama oleh Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Safarudin.

Para tokoh menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal akibat insiden tabrak-lindas kendaraan taktis di Jakarta.

Mereka menegaskan tragedi itu harus menjadi pelajaran penting agar aspirasi masyarakat dapat disalurkan dengan damai, tertib dan tanpa korban.

Kelompok tokoh lintas agama dan akademisi mengakui bahwa aspirasi mahasiswa adalah denyut kehidupan bangsa yang patut dihargai.

Namun, mereka mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus dijalankan dengan kedewasaan, tanggung jawab dan tanpa provokasi.

“Kami percaya mahasiswa sebagai agen perubahan mampu menyampaikan aspirasi dengan cara yang beradab. Hindari tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum,” katanya.

“Utamakan dialog dan solusi konstruktif,” bunyi salah satu poin seruan bersama tersebut yang dibacakan oleh Safarudin.

Selain ditujukan kepada mahasiswa, seruan ini juga menyasar DPRD Kaltim, aparat keamanan, hingga masyarakat umum.

DPRD Kaltim diminta membuka ruang dialog inklusif dengan mahasiswa dan meneguhkan peran sebagai rumah aspirasi rakyat.

Aparat keamanan diimbau mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, sekaligus membuka komunikasi yang sehat dengan mahasiswa.

Masyarakat Samarinda juga diingatkan untuk menjaga persaudaraan lintas agama, etnis dan budaya, serta tidak mudah terprovokasi isu atau hoaks yang berpotensi memecah belah.

Tokoh agama juga menyerukan agar masyarakat terus berdoa untuk bangsa agar dijauhkan dari bencana perpecahan.

Sementara Ketua RT se-Samarinda diimbau aktif menjaga lingkungan tetap aman dan menyalurkan informasi yang menyejukkan.

Pertemuan yang dihadiri perwakilan tokoh lintas agama dan akademisi ini menutup pernyataan sikap dengan pesan persatuan.

“Kami yakin aparat, pemerintah, mahasiswa dan masyarakat bisa bersinergi menjaga ketenangan,” katanya.

“Sehingga Samarinda dan Kalimantan Timur tetap menjadi rumah bersama yang aman, damai, dan penuh persaudaraan,” tegas pernyataan yang dibacakan perwakilan lintas tokoh.

Mereka menegaskan, perbedaan pandangan politik dan kebijakan tidak boleh merusak ikatan kebangsaan.

NKRI harga mati, damai itu indah menjadi penekanan utama dari seruan bersama tersebut.

Related posts

1.100 Personel Kawal Aksi di DPRD, Kapolresta Pastikan Pengamanan Humanis

Rizki

PPMS Samarinda Desak Negara Tegakkan UU TPKS, FGD Ungkap Tantangan Advokasi Perempuan Muda Korban Kekerasan

Emmy Haryanti

Pemerataan Sekolah dan Distribusi Makanan Gratis di Samarinda Ulu Terjaga

adinda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page