Samarinda, infosatu.co – Yayasan Dharma Bhakti menggandeng Pemerintah Kota Samarinda dalam penyaluran sekitar 9.000 paket bantuan kepada warga di 59 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Bantuan tersebut disalurkan pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Klenteng Thien Ie Kong sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu.
Paket bantuan yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, dan gula.
Dari total bantuan tersebut, beras sebanyak 45 ton atau setara 45.000 kilogram berasal dari Yayasan Dharma Bhakti.
Sementara minyak goreng dan gula disiapkan oleh Pemerintah Kota Samarinda sebagai bagian dari kolaborasi dalam kegiatan sosial tersebut.
Bantuan tersebut diupayakan menjangkau seluruh wilayah secara merata melalui koordinasi pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi sosial seperti Yayasan Dharma Bhakti menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi rentan di Kota Samarinda.
“Kolaborasi ini dilakukan pada saat yang sangat tepat, yakni di bulan Ramadan. Terima kasih kepada Yayasan Dharma Bhakti atas bantuannya kepada warga Samarinda,” katanya.
Namun di sisi lain, Andi Harun juga menyoroti cara penyaluran bantuan sosial yang kerap dilakukan di berbagai tempat dan dinilai kurang memperhatikan sisi kemanusiaan penerima bantuan.
Ia mengingatkan agar proses pembagian bantuan tidak justru menambah beban bagi warga yang sudah berada dalam kondisi sulit.
Menurutnya, bantuan sosial memang merupakan tindakan mulia, tetapi nilai tersebut akan lebih bermakna jika disalurkan dengan cara yang menghormati martabat masyarakat penerima.
“Bantuan itu sangat mulia. Tapi akan lebih sempurna kemuliaannya kalau disalurkan dengan cara yang manusiawi,” tegasnya.
Ia mencontohkan, pembagian bantuan yang membuat warga harus berbaris di pinggir jalan dalam kondisi panas atau berdesakan justru dapat menimbulkan kesan yang tidak pantas bagi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.
“Jangan dibagi seperti pengungsi, berjejer di jalan raya sampai kepanasan. Mereka sudah kita kategorikan sebagai orang yang membutuhkan, jadi sebaiknya diperlakukan secara manusiawi,” ujarnya.
