Samarinda, infosatu.co – Bagi Siti Halimah, 20 tahun mengabdi bukanlah sekadar angka masa kerja, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 46 Samarinda itu menjadi salah satu penerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dalam penganugerahan X, XX, dan XXX Tahun di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda Tahun 2026.
Dua dekade pengabdian yang telah dijalaninya di dunia pendidikan menjadi momen refleksi tersendiri ketika menerima penghargaan tersebut.
Ketika ditanya apa yang dirasakannya, ia mengaku penghargaan itu bukan semata kebanggaan pribadi.
“Seperti yang disampaikan Pak Wali tadi, ketika kita mendapatkan ini bukan suatu kebanggaan. Kalau saya bilang itu sebuah amanah. Amanah bahwa benar-benar kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita sudah raih hari ini,” katanya.
“Bahwa bukan sekadar seremonial tetapi benar-benar kita bisa menjadi teladan bahkan inspirasi buat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang junior,” ujarnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Selama 20 tahun mengabdi, ia menilai tantangan terbesar bukan semata persoalan teknis pekerjaan, melainkan dari dalam diri sendiri.
“Sebenarnya yang paling penting itu tantangan dari dalam diri kita sendiri. Bagaimana kita itu untuk terus memotivasi diri, mengembangkan diri sesuai dengan kompetensi kita dan di dinas mana yang kita emban,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, sebagai Kepala SMP Negeri 46 Samarinda saat ini, dirinya dituntut untuk terus berkreativitas dalam mengembangkan sekolah sesuai amanah undang-undang dan arahan pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Samarinda.
Soal motivasi, Siti Halimah menegaskan bahwa landasan utamanya adalah nilai keagamaan. Ia memaknai jabatan sebagai amanah yang tidak semua orang dapatkan.
“Kalau kita sebagai orang beragama, bahwa itu adalah amanah dari Allah. Jadi ketika kita menyandang itu, maka apa pun yang kita lakukan bukan karena cari perhatian,” katanya.
“Tapi benar-benar sebagai rasa syukur kita karena tidak semua orang mendapatkan amanah atau jabatan seperti yang kita raih sekarang,” katanya.
Hal tersebutlah yang menjadi wujud rasa syukur yang kemudian diwujudkan dengan memberikan yang terbaik sebagai timbal balik atas amanah yang diberikan Allah Swt.
Ketika ditanya mengenai kunci menjaga integritas dan profesionalisme sebagai ASN, ia kembali menekankan soal kesadaran spiritual.
“Lagi-lagi itu kembali bahwa ini amanah dari Allah. Jadi kalau kita dalam agama itu kan pengawas sebaik-baik pengawas adalah Allah dan malaikat,” katanya.
“Jadi bukan karena siapa pun. Jadi kita belajar terus bekerja menjaga integritas itu karena kita takut kepada Allah. Bukan karena manusia,” tegasnya.
Di akhir perbincangan, ia menyampaikan pesan kepada ASN muda agar tidak berhenti belajar dan tetap menjaga semangat pengabdian.
“Kepada para ASN yang masih muda, terus belajar, semangat. Motivasi kita adalah sebagai rasa syukur dan terima kasih kita kepada Allah dan memberikan yang terbaik untuk negeri ini karena negeri sudah memberikan yang terbaik buat kita,” pesannya.
Bagi Siti Halimah, penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun bukan akhir dari perjalanan.
Ia memaknainya sebagai pengingat untuk terus menjaga amanah, menjadi teladan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan dan negeri yang telah dipercayakan kepadanya.
