Samarinda, infosatu.co – Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Saur Persaoran menegaskan misi utama dari penyelenggaraan 10 Ball Billiar Championship.
Menurutnya penyelenggaraan ini adalah untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap biliar serta mengasah mental atlet untuk berlomba di kejuaraan nasional.
“Kita mencoba memberikan wadah agar mereka menyalurkan hobi di tempat yang benar. Selama ini citra biliar kurang bagus, jadi melalui turnamen ini kita tunjukkan bahwa biliar adalah murni olahraga,” ujarnya pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Selain perbaikan citra, sisi teknis mental atlet juga menjadi sorotan.
Menurutnya, latihan rutin saja tidak cukup bagi seorang atlet tetapi juga membutuhkan jam terbang melalui pertandingan nyata agar mental bertanding semakin terasah.
10 Ball Biliar Championship resmi diselenggarakan di sarana olahraga biliar Dark Horse.
Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, terhitung sejak 16 hingga 21 Desember 2025, diikuti oleh 128 atlet yang berasal dari berbagai provinsi, seperti Kaltim, Kalimantan Selatan hingga Sulawesi yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp169 juta.
Saur juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) atas dukungan terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang olahraga, terutama cabang olahraga biliar.
Ia menekankan bahwa turnamen ini merupakan wadah penting bagi para atlet untuk mengaktualisasikan hasil latihan mereka dalam suasana kompetisi yang kompetitif.
“Harapan kita makin banyak anak muda melihat biliar dari sisi positif dan olahraganya. Melalui acara ini, ada wadah bagi teman-teman atlet untuk mencapai prestasi terbaik dan juga sebagai ajang silaturahmi antar pemain dari berbagai wilayah,” jelasnya.
Ke depannya, diharapkan turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai pilar utama pembinaan atlet biliar di daerah.
