infosatu.co
Samarinda

1.100 Personel Kawal Aksi di DPRD, Kapolresta Pastikan Pengamanan Humanis

Teks: Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar.

Samarinda, infosatu.co – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahakam dengan 73 elemen mahasiswa dan masyarakat rencana digelar di depan gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Senin, 1 September 2025.

Menyikapi hal tersebut, Polresta Samarinda memastikan pengerahan sekitar 1.100 personel gabungan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab kepolisian menjaga situasi tetap kondusif di Ibu Kota Kaltim, di tengah meningkatnya eskalasi aksi di berbagai daerah sejak 28 Agustus lalu.

“Besok insya Allah, kita akan melibatkan sekitar 1.100 personel pengamanan. Semua harus benar-benar mengacu pada prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

“Tugas kami adalah memastikan aspirasi masyarakat bisa disampaikan dengan aman dan tertib,” ujar Kapolresta Samarinda.

Demikian Kapolresta saat memenuhi undangan pertemuan bersama lintas tokoh di Cafe Bagios Samarinda, Minggu, 31 Agustus 2025.

Rencana aksi Aliansi Mahakam muncul setelah gelombang demonstrasi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, sejak 28-30 Agustus.

Berbagai isu disuarakan, mulai dari penolakan RUU KUHAP, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, RUU PPRT, RUU Masyarakat Adat, hingga tuntutan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen.

Aliansi Mahakam menyatakan akan melakukan long march dari Islamic Center Samarinda menuju DPRD Kaltim (Karang Paci) dengan estimasi massa mencapai ribuan orang.

Termasuk gabungan mahasiswa, organisasi masyarakat dan elemen pekerja.

Kapolresta Hendri menegaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya aksi dengan pendekatan persuasif, bukan represif.

“Unjuk rasa adalah hak konstitusional warga negara, dijamin oleh UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998,” katanya.

“Maka tugas kami adalah mengawal, bukan menghalangi. Prinsipnya, pengamanan akan dilakukan dengan cara-cara humanis, aspirasi harus dihormati, dan ketertiban umum tetap dijaga,” tegasnya.

Polresta Samarinda juga telah menyiapkan tim medis, jalur evakuasi, serta koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya insiden di lapangan.

Sejumlah komunitas masyarakat, ormas, hingga tokoh lintas agama juga disebut ikut mendukung terciptanya aksi damai.

“Alhamdulillah, beberapa elemen masyarakat sudah menyatakan siap membantu menjaga kondusifitas. Itu bukti bahwa Samarinda punya semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan daerahnya,” jelas Hendri.

Kapolresta menambahkan, pihaknya juga telah mengingatkan seluruh koordinator lapangan agar menghindari provokasi maupun benturan dengan aparat.

Ia berharap aksi bisa berlangsung damai tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Kami ingin pastikan bahwa aksi besok bukanlah ancaman, melainkan ruang demokrasi yang harus dijaga bersama,” katanya.

“Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, insya Allah Samarinda tetap kondusif,” pungkasnya.

Related posts

53 Lembaga Lintas Agama Tokoh Akademisi Serukan Aksi Damai Jaga Kondusifitas Kaltim

Rizki

PPMS Samarinda Desak Negara Tegakkan UU TPKS, FGD Ungkap Tantangan Advokasi Perempuan Muda Korban Kekerasan

Emmy Haryanti

Pemerataan Sekolah dan Distribusi Makanan Gratis di Samarinda Ulu Terjaga

adinda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page